Buka dua aplikasi jadwal sholat yang berbeda, sering kali Subuh atau Isya-nya selisih beberapa menit. Bukan berarti salah satunya keliru. Bedanya datang dari metode perhitungan — yaitu cara mengukur batas fajar dan senja. Berikut penjelasan metode-metode yang umum, dan cara memilih yang tepat.
Sebagian besar waktu sholat tidak diperdebatkan
Beberapa momen harian dihitung langsung dari posisi matahari di koordinat Anda, dan semua metode sepakat:
- Dzuhur — saat matahari melewati titik tertinggi (meridian).
- Ashar — saat panjang bayangan benda mencapai ukuran tertentu (dijelaskan di bawah).
- Maghrib — terbenamnya matahari.
- Syuruq (terbit) — yang menutup waktu Subuh.
Karena ini murni astronomi, aplikasi yang baik menghitungnya sama di mana pun. Yang berbeda hanyalah Subuh dan Isya.
Subuh dan Isya: soal sudut fajar dan senja
Subuh mulai saat fajar dan Isya saat malam tiba — tetapi fajar dan malam itu datang bertahap. Para ahli falak mendefinisikannya dari seberapa dalam matahari berada di bawah ufuk, disebut sudut depresi. Tiap lembaga memilih sudut yang sedikit berbeda, dan di sinilah selisih beberapa menit itu muncul:
- Muslim World League (MWL) — Subuh 18°, Isya 17°. Standar internasional yang umum.
- ISNA (Amerika Utara) — 15° / 15°.
- Umm al-Qura (Arab Saudi) — Subuh 18,5°, dan Isya tetap 90 menit setelah Maghrib (120 menit saat Ramadan), bukan sudut.
- Universitas Ilmu Islam Karachi — 18° / 18°. Umum di Asia Selatan.
- Lembaga Falak Mesir — 19,5° / 17,5°.
- Kemenag (Indonesia) — 20° / 18°.
Makin besar sudutnya, makin dalam matahari harus turun, sehingga Subuh sedikit lebih awal dan Isya sedikit lebih lambat. Itulah sumber selisihnya.
Ashar: pilihan mazhab, bukan metode
Ashar punya dua pendapat utama, dan keduanya sah:
- Standar (Syafi'i, Maliki, Hanbali) — Ashar mulai saat panjang bayangan sama dengan tinggi bendanya.
- Hanafi — saat bayangan dua kali tinggi bendanya, sehingga Ashar lebih lambat.
Ini bukan soal wilayah, melainkan mengikuti mazhab yang Anda atau masyarakat sekitar anut.
Jadi, metode mana yang dipakai?
Metode yang tepat adalah yang dipakai masjid dan masyarakat sekitar Anda — karena Anda sholat berjamaah dengan mereka. Di Indonesia itu Kemenag; di banyak negara MWL jadi standarnya; kawasan Teluk memakai Umm al-Qura. Tujuannya bukan menyamai "apa pun yang ditampilkan aplikasi lain", melainkan menyamai komunitas Anda.
Bagaimana Five Prayers A Day menanganinya
Untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, aplikasi memakai jadwal resmi yang diterbitkan tiap negara — tanpa mengira-ngira. Di luar itu, aplikasi menghitung waktu untuk lokasi persis Anda dan mencantumkan metodenya dengan jelas ("Computed · Muslim World League", dan seterusnya), jadi Anda selalu tahu konvensi mana yang sedang dilihat. Metode dan mazhab Ashar bisa diganti di pengaturan bila komunitas Anda memakai yang lain.
Satu catatan penting, seperti biasa: aplikasi hanyalah alat bantu, bukan otoritas. Bila aplikasi dan masjid setempat berbeda, ikuti masjid Anda.