"Dzuhur jam berapa?" "Ashar hari ini jam berapa, ya?" Pertanyaan sederhana ini muncul hampir tiap hari. Jawabannya bukan satu angka tetap — waktu tiap sholat berubah sedikit setiap hari dan berbeda di tiap kota. Berikut cara memahaminya, dan cara tahu jam pastinya untuk tempatmu.
Waktu sholat mengikuti matahari, bukan jam tetap
Kelima waktu sholat ditentukan oleh posisi matahari, bukan angka yang tetap sepanjang tahun. Karena posisi matahari bergeser sedikit tiap hari dan berbeda di tiap lokasi, jam masuk tiap sholat pun ikut bergeser. Itulah kenapa "Dzuhur jam berapa" di Jakarta bisa berbeda beberapa menit dari di Bandung, dan hari ini bisa berbeda semenit dari kemarin.
Subuh jam berapa?
Subuh dimulai saat terbit fajar sadik — cahaya putih yang membentang di ufuk timur menjelang pagi — dan berakhir saat matahari terbit (syuruq). Karena bergantung pada fajar, Subuh adalah waktu yang paling terasa berubah antar musim dan antar daerah.
Dzuhur dan Ashar jam berapa?
Dzuhur masuk sesaat setelah matahari tergelincir dari titik tertingginya (tengah hari), lalu berlanjut sampai masuk Ashar. Ashar dimulai ketika panjang bayangan sebuah benda kira-kira sama dengan tingginya (dalam metode yang umum dipakai di Indonesia), dan berakhir saat matahari terbenam.
Maghrib dan Isya jam berapa?
Maghrib masuk tepat saat matahari terbenam dan berlangsung sampai hilangnya cahaya merah di ufuk barat. Isya dimulai setelah cahaya merah itu hilang (syafak) dan membentang sepanjang malam hingga menjelang Subuh.
Cara tahu jam pastinya untuk kotamu hari ini
Kamu tidak perlu mengamati matahari sendiri. Yang perlu dipastikan hanya satu: jadwal yang kamu pakai benar-benar dihitung untuk kotamu, dengan metode yang sesuai.
Di sinilah Five Prayers A Day membantu. Aplikasinya menampilkan jam berapa masuk tiap waktu sholat hari ini — Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, lengkap dengan imsak dan syuruq — dihitung langsung dari koordinat kotamu memakai metode Kemenag (Subuh 20°, Isya 18°), dan sudah dicocokkan dengan jadwal resmi Kemenag hingga selisih ±1 menit untuk ratusan kota di Indonesia.
Satu catatan penting: aplikasi adalah alat bantu, bukan otoritas. Kalau jadwal di aplikasi berbeda dengan masjid tempatmu biasa salat, ikuti masjidmu. Aplikasi yang baik justru berusaha sedekat mungkin dengan jadwal itu.